bukan pikiran yang menjadikan dirinya sebagai dewa. tapi kekurangan manusia dalam melihat pikirannya sebagai wilayah yang memiliki teritorial. pikiran memiliki kelebihan yang manusia hanya mampu memanfaatkan. bukan menciptakan. tapi memperalat pikiran.
ketidak mampua manusia menjadikan pikiran segalanya. mengklaim bahwa pikiran patut didewakan. yang tidak lain adalah karena manusia tidak dapat melakukan apapun tanpa berpikir. antroposentris. menjadikan manusia sebagai pusat alam semesta hanya karena dapat berpikir. hanya pandangan manusia yang tanpa kemampuan berpikir semacam itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar