mengkritisi film dokumenter tahun 1932-an. http://www.youtube.com/watch?v=fjHdPwAzgE8
Pariwisata dan globalisasi, menilik kembali dari istilah globalisasi, ternyata pariwisata adalah hal yang tidak asing dalam pembahasannya. Dalam film dokumenter yang menunjukkan perjalanan sharlie caplin di jawa dan bali pada tahun 1932, telah membuka bahwa pariwisata adalah komoditas sejak jaman kolonialisme. Pariwisata adalah hal yang telah mendunia atau mengglobal.
Jika boleh dihubungkan dengan masa sekarang ini, khususnya Bali,
tentu ada suatu keterhubungan yang kental sekali mengenai kehidupan pariwisata
global tersebut. Masyarakat mulai mengenal orang asing sejak itu, akan tetapi
berbeda dengan wilayah lain (apabila dilihat dari tahunnya) seakan-akan memang
bali telah diisolasi dari suatu perkembangan peradaban. Sangat jelas dengan
banyaknya warga lokal yang masih telanjang dada.
Kegiatan pariwisata tersebut merupakan suatu titik tolak yang dapat
menerangkan pergeseran nilai kebudayaan yang sakral menjadi profan. Dalam
perkembangannya upacara-upacara adat tidak lagi digunakan untuk memuja dan
mengagungkan dewa-dewa. Akan tetapi untuk melayani para tamu sebagai atraksi
kebudayaan. Dalam kegiatan pariwisata, tentunya dikenal yang namanya guest
dan host. Guest adalah wisatawan dan host adalah penyedia
bisa pula warga lokal. Akan tetapi dari film tersebut sempat terlhat adanya
bendera Belanda, yang artinya host disini bukanlah warga lokal, akan tetapi
pihak hindia belanda. Sedangkan warga lokal adalah komoditi yang diperjual
belikan antara host dengan guest.
Jika dipertanyakan, apakah warga tahu akan dirinya yang hanya
sebagai komoditas atau atraksi yang “dinikmati” oleh wisatawan? Kurasa antara
iya atau tidak……………dilihat dari cara membawa bendera dan berinteraksi dengan
para wisatawan ada sesuatu yang bertolak belakang. Bendera memperlihatkan
kesediaan untuk melakukan atraksi, dan interaksi yang menunjukkan bahwa itu
adalah suatu kunjungan yang harus diterima dan dijamu layaknya kepada tamu.
Memang, sebenarnya pada dasarnya wisatawan yang pergi ke nusantara adalah
tertarik dengan sikap atau sifat keramah-tamahan warga lokal suatu daerah.
#istilah guest and host sebenarnya diambil dari buku michel picard.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar